NEWSRUBLIK.COM | SUBANG – Kesuksesan dalam dunia usaha tidak membuat Haji Sahroni melupakan kepedulian terhadap masyarakat.

Pengusaha asal Kabupaten Indramayu yang kini menjalankan aktivitas usaha di Kabupaten Subang tersebut tetap menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan.

Berpengalaman di bidang jasa konstruksi dan usaha galian, perjalanan Haji Sahroni hingga menjadi pengusaha tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai seorang aktivis muda.

Dalam perjalanan hidupnya, ia mengaku pernah mendapat arahan dari seorang guru atau kiai agar hijrah ke Kabupaten Subang. Pesan tersebut bukan hanya tentang membangun kehidupan dan usaha, tetapi juga mengandung amanah agar dirinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:

NGOBRAS HADIRKAN HIBURAN SENI SUNDA DI TAMAN SAJIWA CIPUNAGARA

Salah satu bentuk kepedulian itu diwujudkan melalui rencana mewakafkan tanah yang berada di wilayah Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, untuk kepentingan pembangunan pondok pesantren.

Niat tersebut semakin kuat setelah dirinya menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan Ustadz A. Imron. Keduanya telah memiliki kedekatan melalui kegiatan pengajian dan zikir yang kerap dilaksanakan di wilayah Desa Bantarwaru, Kabupaten Indramayu, termasuk di kediaman Haji Sahroni.

Dari hubungan silaturahmi tersebut, tumbuh semangat bersama untuk mendukung pembangunan pondok pesantren serta memajukan berbagai kegiatan keagamaan.

Haji Sahroni pun berupaya memberikan dukungan melalui tenaga, pemikiran, maupun materi. Baginya, kontribusi dalam kegiatan keagamaan merupakan salah satu bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Menurutnya, membantu sesama, terutama dalam bidang keagamaan, sosial dan pendidikan Islam, merupakan investasi kebaikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.

Ia meyakini bahwa harta yang disedekahkan untuk kepentingan kebaikan tidak akan berkurang nilainya. Justru, sedekah menjadi jalan untuk memperoleh keberkahan dalam kehidupan.

“Marilah kita bergotong royong membantu sesama, mempererat tali silaturahmi, dan bersama-sama berbuat kebaikan di jalan Allah SWT. Harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, justru menjadi jalan keberkahan,” ungkap Haji Sahroni.

Ia juga menyadari bahwa rencana manusia tidak selalu sama dengan ketentuan Allah SWT. Karena itu, setiap langkah kehidupan harus disertai niat baik, ikhtiar, doa, dan keikhlasan.

Melalui kepedulian tersebut, Haji Sahroni berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama mendukung pembangunan pondok pesantren, pendidikan Islam, serta kegiatan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Subang.

Baginya, kesuksesan bukan semata-mata diukur dari pencapaian dalam dunia usaha, tetapi juga dari sejauh mana seseorang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.(Asep)