NEWSRUBLIK.COM | SUBANG – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Subang tahun 2026 mulai menarik perhatian masyarakat. Salah satu calon yang turut meramaikan pesta demokrasi tingkat desa tersebut adalah Dedi Suharna, mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang.

Dalam kontestasi Pilkades Gembor, Dedi Suharna maju sebagai calon kepala desa dengan nomor urut 4. Berbekal pengalaman selama berkecimpung di lingkungan pemerintahan desa, dirinya menyatakan kesiapan untuk kembali mengabdikan diri kepada masyarakat.

Pengalaman sebagai mantan Sekretaris Desa Gembor menjadi salah satu modal yang dimilikinya dalam memahami tata kelola pemerintahan desa, administrasi, serta pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut juga tercermin dalam motto yang tercantum pada baliho pencalonannya, yakni “Berpengalaman, Transparan, Amanah, Profesional”, dengan pesan “Tenang dalam memimpin, bijak dalam bertindak, amanah dalam mengabdi.”

Baca Juga:

SEMARAK HARI BHAYANGKARA 80 POLRES SUBANG GELAR TURNAMEN BOLA VOLI KAPOLRES CUP

Salah seorang warga Desa Gembor, Aldi, menilai Dedi Suharna memiliki pengalaman yang cukup dalam menjalankan tugas pemerintahan desa.Rabu (4/11/2026)

Menurut Aldi, selama menjabat sebagai sekretaris desa, Dedi dikenal memiliki sikap tanggung jawab dan memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang warga.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi Dedi Suharna apabila nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Gembor.

Pandangan serupa juga disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Desa Gembor. Ia menilai Dedi merupakan sosok yang sigap dalam menjalankan tugas dan memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pelayanan kepada warga merupakan bagian penting dari tanggung jawab seorang pemimpin desa, termasuk kesiapan hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Dengan nomor urut 4, Dedi Suharna kini menjadi salah satu figur yang mengikuti kontestasi Pilkades Gembor 2026.

Masyarakat pun diharapkan dapat mencermati visi, misi, pengalaman, serta program kerja masing-masing calon sebelum menentukan pilihan.

Pilkades bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, melainkan momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan dan kualitas pelayanan pemerintahan desa ke depan.(Asep)